Tuesday, December 20, 2016

WORKSHOP KURTILAS TAHUN 2016


  • Pelaksanaan penyusunan kurikulum 2013 adalah bagian dari melanjutkan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu, sebagaimana amanat UU 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada penjelasan pasal 35, dimana kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati. Paparan ini merupakan bagian dari uji publik Kurikulum 2013, yang diharapkan dapat menjaring pendapat dan masukan dari masyarakat.
  • Inti dari Kurikulum 2013, adalah ada pada upaya penyederhanaan, dan tematik-integratif. Kurikulum 2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi masa depan. Karena itu kurikulum disusun untuk mengantisipasi perkembangan masa depan. Titik beratnya, bertujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran. Adapun obyek yang menjadi pembelajaran dalam penataan dan penyempurnaan kurikulum 2013 menekankan pada fenomena alam, sosial, seni, dan budaya.
  • Melalui pendekatan itu diharapkan siswa kita memiliki kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif, sehingga nantinya mereka bisa sukses dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan di zamannya, memasuki masa depan yang lebih baik
  • Sehubungan dengan telah berlangsungnya  pembelajaran Kurikulum 2013, kami selaku event organizer dari CV. Megah Jaya Raya  bermaksud ingin melaksanakan kegiatan tersebut  demi menjamin terlaksananya Kurikulum 2013 di setiap sekolah sesuai dengan konsep dan subtansi  Kurikulum 2013. 

  • untuk contoh proposal dan biodata anda bisa download disini

Thursday, July 2, 2015

ETIKA



Pada ulasan sebelumnya saya banyak menceritakan tentang pertandingan Sepak Bola khususnya untuk pertandingan Sepak Bola Tarkam (antar kampung) yang diadakan oleh Persekaf Cup 1 2015 tepatnya di lapangan sepak bola Kelurahan Semanan Kecamatan Kalideres Kota Administrasi Jakarta Barat. Namun pada tulisan kali ini saya akan mencoba menceritakan tentang Sopan Santun atau etika yang hal tersebut adalah hal yang paling diandalkan oleh Indonesia sebagai Negara yang ramah dan tamah pada siapa pun.
Dalam hal ini saya tidak akan membahas tentang ramah tamah antara agama, karena pasti akan berbau kontropersial, di sini akan saya bahas antara yang lebih tua terhadap yang lebih muda atau sebaliknya, kenapa saya akan bahas hal tersebut? Karena cukup miris ketika hidup di wilayah sendiri namun merasa seperti alien atau makhluk asing, ketika tegur sapa menjadi kalimat yang mahal harganya.
Sedikit flashback cerita kebalakang, segalak-galaknya orangtua saya, saya selalu yakin ada hal yang terbaik yang akan beliau berikan kepada saya, sebagai satu contoh, orangtua saya selalu mengajarkan untuk bertegur sapa kepada orang kita lintasi, jika saya terlupa untuk melakukannya beliau pasti marah dan mengatakan kepada saya untuk tidak mengulanginya lagi dan bertegur sapa, selalu beliau mengingatkan kepada saya sampai dengan saat ini, itulah yang beliau ajarkan kepada saya, ketika saya memahami itulah seharusnya Indonesia yang begitu ramah kepada sesama, dan hingga saat ini pun saya mempunyai banyak kerabat akibat dari keramah tamahan, sampai-sampai kepada orang yang tidak kenal siapa nama dan asal mereka, saya tidak perduli itu, karena tegur sapa begitu indah terlihat, wajar jika pepatah mengatakan “Apalah arti sebuah nama” nama tidak akan berarti diawal perjumpaan selama kita murah senyum dan saling tegur sapa.
Namun begitu miris ketika melihat generasi penerus, apakah mereka para orangtua tidak pernah mengajarkan tegur sapa? Hingga saya sulit menemui para bocah setingkat SD, SMP atau SMA sekalipun yang mau bertegur sapa, mereka hanya bertegur sapa kepada orang yang mereka kenal nama saja, dan yang lebih anehnya lagi, ketika mereka bertemu dengan guru mereka, mereka enggan untuk menegur. Ramah tamah dan senyum manis perlahan-lahan hilang dari Indonesia.
Kejadian ini cukup memprihatinkan, buat saya tegur sapa, senyuman,  atau lebih tepat dengan sopan santun menjadi hal yang wajib kita lakukan sebagai makhluk sosial, apakah kalian para orangtua sudah terlalu sibuk mencari harta dan menggali dunia ketimbang memperhatikan anak kalian? Ingat, harta terbesar di dunia adalah keluarga kalian, bukan hanya sekedar menafkahi secara lahiriyah tetapi batiniyahnya pun lebih penting dari hal tersebut.
Bayangkan saja ketika hidup bergelimang harta atau berkecukupan akan tetapi tidak ada keharmonisan dalam berkeluarga atau bertetangga akibat kurangnya pelajaran sopan santun, jika kalian lelah untuk mengajarkan anak kalian, kenapa harus membuat anak?
Masih banyak hal yang ingin saya bahas tentang sopan santun, tapi mungkin hanya sampai sini saja, karena takut menimbulkan kebosanan dalam membaca, dan saya ucapkan terimakasih, semoga saya pribadi dan pembaca dalam menjadi orangtua yang terbaik bagi anak-anak.
Foto di atas adalah foto bersama sahabat-sahabat saya yang saya kenal melalu satu orang, akibat senyum dan tegur sapa saya kenal mereka semua dan bersahabat sampai saat ini.